Kecanduan Gadget

Kecanduan Gadget (koran-sindo.com)
Pernah kelabakan gara-gara Hape ketinggalan di rumah saat bepergian? Pernah uring-uringan gara-gara lupa password media sosial? Jangan ngaku anak gaul kalau belum pernah mengalami hal tersebut. Pernahkah terpikir oleh kita, kenapa generasi sekarang sampai sebegitunya? kenapa banyak yang seolah menjadi zombie karena tertawan oleh gadgetnya?

Gadget, sebagian besar dari kita sering mengucapkan dan mendengar istilah ini, tapi tidak semua tahu apa arti gadget  dan barang apa saja yang termasuk dalam kategorinya. Mengutip dari Web Teknopedia, secara estimologi, gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa inggris yang berarti perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Sebagai sebuah perangkat elektronik, gadget mempunyai keistimewaan dibanding perangkat elektronik biasa, keistimewaan tersebut adalah “pembaharuan”.

Jadi, secara sederhana, kita bisa mengartikan bahwa gadget adalah perangkat elektronik berukuran kecil yang mempunyai fungsi khusus dan terus mengalami “pembaharuan” dari hari ke hari, dengan itu gadget membuat manusia menjadi lebih mudah dalam menjalani hidupnya. Gadget selalu identik dengan kata simple, praktis, dan melebihi teknologi perangkat elektronik sebelumnya. Sebagai contoh dalam hal alat komunikasi, HP yang merupakan sebuah  gadget tentu lebih simple, praktis, dan lebih berdaya guna dibanding telepon rumah sebagai sebuah perangkat elektronik.

Berbicara tentang HP sebagai sebuah gadget, dewasa ini, kehidupan manusia seolah tidak bisa terlepas darinya, dengan HP konvensional (jadul) saja manusia sudah mendapat banyak kemudahan, mulai dari jam, kalender, pesan, kalkulator, sampai perangkat berkirim email bisa disatukan dalam satu barang kecil bernama HP. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau kita harus membawa semua barang tersebut satu persatu ketika kita akan bepergian.

Pada tahap ini saja, sebuah HP sudah sangat membantu hidup kita menjadi lebih praktis. Apalagi, HP sekarang sudah bermetamorfosis menjadi Smartphone, yang tentu dapat lebih menunjang berbagai kebutuhan manusia dengan segala aplikasinya.

Beberapa tahun belakangan ini, HP/Smartphone sebagai sebuah gadget sudah mengalami pergeseran nilai dari barang tersiser (mewah) menjadi barang primer. Dengan kata lain, gadget yang satu ini sudah menjadi satu aksesori  yang melekat dalam gaya hidup semua lapisan masyarakat, tidak bisa dipisahkan. Saking tergantungnya manusia pada gadget yang satu ini, rasa tidak nyaman akan menghinggapi mereka yang lupa membawanya, lebih jauhnya bisa membuat yang bersangkutan uring-uringan.

Ketika seseorang lupa makan, paling dia akan berkata “duh, pantasan saya pusing, ternyata lupa belum makan,” ketika dirinya teringat bahwa dia belum makan, reaksinya cenderung datar dan tidak meledak-ledak. Tapi, bagaimana jika seseorang ingat bahwa dirinya tidak membawa hape? Setidaknya tensinya akan lebih tinggi dari contoh yang pertama, apalagi bagi anak-anak abege yang doyan selfie bin narsis dan punya cengceman di ujung dunia sana.

Disamping untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam berkomunikasi, fungsi hiburan pada gadget yang satu ini juga seolah sudah menjadi semacam candu. Fungsi hiburan yang dimaksud mencakup berbagai aplikasi dan media sosial yang bisa diakses darinya, termasuk informasi yang disajikan lewat web, blog, sampai portal-portal berita online (tentunya, membaca berita melalui gadget terasa lebih enjoy ketimbang membaca surat kabar).

Semua bisa dinikmati dengan syarat mempunyai kuota/sambungan internet, ya, Smartphone dan koneksi internet seolah sudah menjadi jodoh sehidup semati yang tidak bisa dipisahkan. Saking menghiburnya dua sejoli ini, tak jarang rekan yang ada di hadapan seperti tak terlihat, kita pun jadi lebih senang berinteraksi dengan seseorang yang jauh dan entah dimana, daripada berinteraksi lebih serius dengan seseorang yang ada di hadapan.

Dengan demikian, bagi kebanyakan orang, sepertinya fungsi hiburan pada gadget inilah yang menjadi titik pangkalnya. Banyak orang lebih suka memandangi benda berbentuk kotak persegi panjang berukuran kecil ini daripada melakukan hal-hal lain, dan mereka memang terhibur dengan kegiatan itu.

Sangat disayangkan, banyak diantara kita teralihkan dari dunia yang luas ini pada dunia berukuran 10 x 4 cm, sisi positif seolah tertelan sisi negatifnya. Kontrol diri mutlak diperlukan agar kehidupan kita tetap seimbang dalam berbagai hal....jangan sampai langkah kita kesrimpet gadget,.

Berikut kerugian akibat gadget dilansir dari health.detik.com

1. Merusak Mata

Jika mata terasa perih setelah menatap layar ponsel, bukan hal yang mengejutkan bahwa fokus pada sebuah benda kecil dalam waktu lama bisa menyebabkan mata kering dan mengakibatkan peradangan serta infeksi. Lebih parahnya lagi, ponsel bisa mempengaruhi penglihatan anak-anak dalam jangka panjang.

2. Mengganggu struktur tulang

Seorang fisioterapis, Kirsten Lord mengatakan smartphone bisa mengubah postur tubuh. Ia melihat banyak orang mengalami nyeri di leher atau bahu akibat posisi kepala yang terlalu menjorok ke depan saat membaca sesuatu di ponsel atau tablet.

3. Mengendurkan rahang

Penggunaan telepon yang berlebihan bisa mengubah bentuk rahang Anda. "Saya melihat peningkatan jumlah wanita usia 30-an yang mengalami pengenduran di bagian bawah wajah mereka," kata dokter kulit kosmetik, Dr Sam Bunting.

Menurut Sam, semakin bertambahnya usia, elastisitas kulit juga berkurang dan menekuk leher ke depan selama berjam-jam untuk melihat ponsel atau tablet memungkinkan lebih banyak tarikan ke bawah pada kulit wajah.

4. Timbulkan jerawat dan biang keringat

Mengingat layar ponsel yang panas saat melakukan panggilan, tidak mengherankan para ahli khawatir para pengguna ponsel yang sering melakukan panggilan terutama dalam waktu lama, berisiko lebih tinggi mempunyai jerawat dan biang keringat.

5. Merusak pendengaran

Mendengarkan musik terlalu keras melalui headphone bisa menyebabkan kebisingan dan itu mengganggu pendengaran. Sehingga akan sulit mendengar pembicaraan orang lain terutama saat terdapat latar belakang suara yang membuat bising," kata Karen Finch dari Hearing Care Centre di Ipswich.

6. Menghambat tidur

Komputer, laptop, tablet, dan ponsel cenderung mengeluarkan cahaya biru yang diduga mengganggu hormon alami seperti melatonin yang membantu seseorang untuk tertidur.

Solusi : penelitian di Mayo Clinic, Arizona, menunjukkan peredupan pada pengaturan brightness ponsel Anda dan menjaga jarak ponsel dari wajah sekitar 14 inci bisa mengurangi potensi terhambatnya proses tidur. Jika butuh alarm lebih baik gunakan jam meja dan letakkan ponsel Anda di luar kamar saat malam hari.

7. Merusak hubungan

Telepon mungkin saja bisa memudahkan komunikasi dengan pasangan, tapi sebuah studi menunjukkan sebaliknya. "Teknologi bisa membuat kita sulit mengelola batas-batas dalam kehidupan kita," kata Dr Emma Short, psikolog di University of Bedfordshire.

"Saat berbicara melalui telepon, kita tidak memberi perhatian fisik secara penuh pada lawan bicara. Penelitian juga menunjukkan semakin kita terlibat dalam jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, itu akan membuat keluarga, teman, rekan kerja, atau kekasih kita dicampakkan," jelas Emma.

Solusi : Buatlah aturan tegas untuk tidak menggunakan telepon/smartphone saat sedang berkumpul bersama teman, keluarga, rekan kerja, atau kekasih Anda.

No comments:

Post a Comment

@jeryanuar