17 July 2016

Tips Aman Menjaga Anak di Kolam Renang

Ke kolam renang pertamakali
Ke kolam renang pertamakali
Sejak masih berumur beberapa bulan, Khansa termasuk anak yang antusias jika melihat air, entah itu air mengucur, mengalir, atau menggenang. Kami bersyukur, setidaknya karena itu sampai sekarang ia tak pernah sulit jika disuruh mandi, ya, semua anak rata-rata memang begitu, bukan? Senang bermain air! Adapun dulu yang agak membuat cemas adalah tempat tinggal saya yang sangat dekat dengan tempat rekreasi berupa kolam renang, yang otomatis Khansa juga sering melihat kolam-kolam airnya nya meski dari luar.

Setiap kali lewat ke tempat dimaksud, telunjuknya selalu saja tertuju pada gerbangnya. Meski tak pernah memaksa sampai rewel, kami orangtuanya mengerti ia sangat ingin masuk ke tempat itu, tapi kami belum berani karena memang saat itu usianya dirasa belum mencukupi, apalagi sebagai orang tua baru kami masih takut-takut. Barulah, setelah ia bisa kokoh berdiri sendiri, kami berani. Saat itu usianya baru satu tahun empat bulan. Sudah bisa ditebak, hasratnya yang sudah lama dipendam langsung meledak di tempat itu.

Satu jam, dua jam, tiga jam, ia tidak juga mau beranjak dari kolam. Padahal, kolam renang di daerah saya menggunakan air yang mengalir langsung dari sebuah mata air, airnya sangat dingin! Tapi ia tampak begitu menikmati detik demi detik keberadaannya di kolam renang. Untunglah, sebotol susu hangat bisa merayunya untuk segera keluar dari kolam, lagipula kulit jari-jari tangannya terlihat sudah mulai keriput.

Berenang, tidak diragukan lagi ia menjadi salah satu olahraga yang paling digemari masyarakat sekarang ini, karena selain sebagai pilihan "gerak" untuk menjaga kebugaran tubuh, sekarang ia juga masuk dalam lingkup hiburan atau rekrreasi. Ya, kolam renang, menjadi semacam tempat rekreasi yang diserbu banyak orang di setiap hari libur. Harga tiket masuknya yang relatif terjangkau juga membuatnya jadi primadona untuk terus dan terus jadi pilihan.

Karenanya, berenang jadi salah satu pilihan olahraga yang murah meriah juga mengasyikkan. Mereka yang paling semangat melakukan olahraga ini biasanya adalah anak usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, bagi anak seusia mereka, olahraga ini dobel mengasyikkan, sangat-sangat mengasyikkan, olahraganya dapat, bermainnya juga dapat, apalagi berenang selalu disebut-sebut dapat menambah tinggi badan mereka yang masih dalam masa pertumbuhan. Adapun di masa akhir SMP dan masuk usia SMA, niat datang ke kolam renang biasanya mulai berubah (pengalaman pribadi, hhe)

Bebagai gerakan tubuh ketika berenang memang dipercaya dapat menambah tinggi badan, dan banyak lagi manfaat kesehatan lainnya. Tak heran, karena ketika berenang tubuh dituntut untuk terus aktif bergerak, jika gerakan berhenti. otomatis akan tenggelam.

Berenang tentu tak hanya bermanfaat bagi orang dewasa maupun pertumbuhan anak di usia sekolah. Olahraga ini juga sangat bermanfaat bagi bayi, mulai dari bayi yang baru lahir, batita, dan balita, yang juga masih dalam masa pertumbuhan. Tapi tentu, gerakan dan tempat berenangnya berbeda. Bayi baru lahir hingga beberapa bulan pastilah tidak bisa diajak berenang di kolam renang, adapun gerakan berenangnya bisa dilakukan ditempatnya mandi, berupa jolang dan sejenisnya.

Gerakan tangan dan kaki ketika mandi itu akan merangsang motoriknya, mulai dari menendang hingga menggapai sesuatu. Itu sebabnya mainan seperti bebek-bebekan mengapung dan sejenisnya akan sangat baik menemaninya mandi, cipratan-cipratan air juga akan membuatnya senang. Barulah, setelah anak sudah dirasa cukup besar, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu ia baru bisa diajak berenang di kolam renang umum.

Menurut pengalaman pribadi dan masukan-masukan yang saya dapat ketika akan mulai mengajak Khansa berenang, katanya ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, apalagi jika mengajaknya berenang untuk pertama kali. Tips aman menjaga anak di kolam renang atau hal-hal yang harus dipertimbangkan jika akan mengajak anak batita/balita berenang ke kolam renang adalah ;
  • Pastikan usianya sudah mencukupi, biasanya anak baru bisa diajak mandi di kolam renang umum ketika ia sudah bisa berdiri dan berjalan sendiri,
  • Perhatikan kedalaman air. Setiap kolam renang pasti menyediakan kolam khusus untuk anak-anak, tapi harus tetap dipastikan bahwa itu tidak berbahaya bagi anak kita. Jika kedalaman airnya melebihi pusar, lebih baik tidak memaksakan untuk berenang,
  • Lihat kebersihan air dan perhatikan kondisi kesehatan anak. Bersihnya air di kolam renang sepintas bisa dilihat apakah baik untuk anak kita berenang/tidak. Jika anak kita sedang kembung atau sedang ada masalah pencernaan, sebaiknya jangan dipaksakan berenang,
  • Pastikan anak merasa aman dengan keberadaan kita di sampingnya.

Point-point di atas adalah apa yang harus dipertimbangkan menyangkut anak. Sedangkan kita orangtua juga tentu harus tetap mengawasi. Berikut tips aman bagi orang tua ketika anak berenang, ini mutlak harus dilakukan.
  • Jangan lengah mengawasi, jangan lepaskan pandangan. Jika mengajak dua anak, harus ada dua orang dewasa mengawasi. Satu anak minimalnya diawasi satu orang dewasa, kita tidak akan selalu bisa membagi konsentrasi pandangan dan perhatian ke beberapa anak sekaligus,
  • Jaga jarak aman meski kolam tidak terlalu dalam. Berbagai hal bisa saja terjadi yang membuat anak memerlukan pertolongan kita, entah terpeleset atau bagaimana. Jarak aman yang dimaksud, anak jangan berada terlalu jauh, pastikan jaraknya tak lebih dari sejangkauan tangan,
  • Memakaikan pelampung itu baik, tapi jangan mengandalkannya. Bagaimanapun kita harus tetap berada di sampingnya,
  • Berenang, sekarang sepertinya menjadi wajib untuk dikuasai, itu akan sangat berguna pada saat-saat darurat. Karenanya, jika sobat pribadi tidak bisa mengajarkan anak berenang, ikutkanlah ia kursus berenang pada usia empat tahun. Jika anak kita bisa berenang, itu akan sangat membantu di kesehariannya kelak.

Blogger nubie yang seringkali mengalami insomnia di hampir setiap malamnya. Karenanya, Berbagi Ocehan, Lamunan, Obrolan, dan Racauan (BOLOR) menjadi tagline blog ini.


EmoticonEmoticon